Mungkin semua harus seperti ini.
Ya, sepertinya Tuhan mempertemukan kita lagi untuk waktu yang lama karna kita
harus sekelas selama dua tahun. Awalnya biasa saja karena memang kita juga
tidak saling mengenal. Banyak siswa yang tidak saling kenal satu sama lain.
Termasuk aku dan kamu. Setelah lebaran, kelas kita sedikit lebih akrab. Dan
ketika sebuah festival budaya sekolah diadakan, saat itulah kehangatan kelas
mulai terasa. Banyak hal yang dikerjakan bersama dan membuat kelas semakin
kompak. Sejak acara itu, aku dan kamu memang mulai berkomunikasi via sms.
Meskipun hanya karena membahas drama bahasa jawa, tapi obrolan kita bisa sampai
malam. Kamu memang orang pertama yang bisa membuatku begadang sampai larut
seperti itu.
Di kelas, aku dan kamu memang
biasa saja. Sama seperti yang lain. Tidak ada yang berbeda. Komunikasi kita
terus berjalan, setiap pulang sekolah selalu di lanjut dengan sms. Ada saja
topik yang di bahas. Semakin lama, mulai ada rasa nyaman yang hinggap di
benakku. Aku juga tidak bosan walau selalu smsan dengan kamu.
Tak hanya komunikasi di dunia
maya, kami juga jalan-jalan bersama. Awalnya hanya ingin bersepeda santai
dengan teman kelas saja, tapi malah sekalian melihat pelantikan pramuka. Berdua
sama kamu emang terasa canggung. Maklumlah, kita baru dekat selama seminggu.
Yah, waktu berjalan begitu cepat
dan indah. Hari Sabtu dan Minggu kita sempatkan untuk bersama dan sekedar
jalan-jalan setelah lima hari berkutat dengan pelajaran sekolah. Dan sekali
lagi, aku nyaman dengan kedekatan kita ini. Meskipun sebenarnya, aku memiliki
rasa was-was karna takut ada orang yang tersakiti dengan kedekatan kita. Tapi,
ya di jalani dulu lah. Toh, kita hanya teman saja.
Hari itu adalah hari
Minggu.Tepatnya tanggal 7 Oktober 2012. Seperti biasa, kamu mengajakku untuk
keluar meskipun aku sendiri belum tau akan kemana. Aku sudah siap untuk pergi
bersama kamu. Tinggal nunggu kamu menjemput saja di rumah. Namun, tiba-tiba aku
harus pergi ke rumah nenek dan aku di wajibkan ikut. Aku berusaha menolaknya,
tapi orang tua tetap memaksa. Saat itu, aku merasa sangat bersalah padamu.
Untung saja kamu tidak marah dan memakluminya.
Setelah pulang, aku merasa sangat
letih dan ingin segera beristirahat. Saat aku ijin ingin tidur, kamu berkata
ada sesuatu yang ingin kau katakan. Hal itu membuat aku penasaran. Lalu kamu
menyuruhku untuk tidur saja dan kamu akan mengatakannya besok saja di sekolah.
Mana mungkin aku bisa tidur kalau ada sesuatu yang mengganjal terjadi ? Aku
terus memaksamu untuk mengatakannya saat itu juga. Dan kau pun menyetujuinya.
Setelah menunggu beberapa saat,
pesan darimu masuk. Dengan mata sedikit terpejam, aku membacanya. Dan aku
langsung terbangun usai membaca isinya. Kamu mengutarakan perasaanmu padaku
yang sebenarnya sama dengan apa yang aku rasakan saat itu. Masih teringat jelas
kalau aku malah membalas dengan sedikit celotehan tak bermutu. Ya, itu hanya
untuk memastikan saja apakah benar yang kau ucapkan itu. Jujur saja, banyak
yang aku pertimbangkan sebelum aku menerimamu. Setelah memantapkan hati, pukul
10.15 aku resmi menjadi pengisi hatimu.
Aku tak pernah memandangmu sebagai orang biasa, kau tak biasa karna kau
berhasil mencuri dan mengendalikan hatiku.
Senin, 8 Oktober 2012 menjadi
hari yang berbeda. Sedikit terasa canggung di kelas apalagi saat bertemu
denganmu. Sebelum upacara aku memberitahu sahabatku Ika dan Indah bahwa kini
aku telah memilikimu. Di sore hari aku bersama temanku Fika pergi ke rumah
sahabatku Via dan tak lupa memberitahu kabar itu.
Semakin lama semakin banyak orang
yang tahu hubunganku denganmu meski kadang aku mengelak ketika di tanya tentang
hubungan kita. Sabtu, 13 Oktober 2012 merupakan pengalaman pertama bisa bermain
bersama denganmu dan teman-temanku hingga larut malam. Ya, saat itu memang ada
festival di lapangan kota yang letaknya tidak jauh dari rumahku.
Singkat cerita, kau hadir telah
mengubah segalanya menjadi lebih indah. Kamu selalu bisa membuatku nyaman saat
bersamamu. Namun tidak ada kisah yang selalu indah. Banyak hal yang sering
membuat perbedaan pendapat muncul. Meskipun begitu, kita selalu berusaha untuk
mengatasinya.
Dan kini, ketika semua harus
berakhir. Mungkin aku adalah orang yang harusnya marah besar atas kejadian ini.
Ya, pengkhianatan dalam sebuah hubungan memang tidak pernah berakhir indah. Mungkin
awalnya, aku tidak rela jika harus berpisah denganmu. Tapi, aku juga tidak
pernah mau jika harus menjalin hubungan dengan orang yang kini telah memilih
orang lain yang sebenarnya belum pasti mencintainya.
Sesekali tengoklah isi hatiku, jangan menengok isi hati orang lain yang
sama sekali tidak mencintaimu.
Kamu memang telah menoreh luka
dengan pengkhianatan yang kau lakukan. Namun, aku juga sangat sulit melupakan
orang sepertimu. Bahkan hingga saat ini dimana mungkin kau telah memiliki orang
lain penggantiku. Mungkin, aku adalah orang yang bodoh karena belum bisa
membuka hati untuk menggantikanmu dan masih terus dan terus memikirkanmu.
Jangan paksa aku untuk melupakanmu, karena melupakanmu tidak semudah
kamu melupakanku.
Waktu cepat berlalu
saat bersamamu, tapi kenapa waktu terasa lama berlalu ketika kamu tak lagi
bersama aku.
Sepertinya akan sulit untukku
melupakan semua yang telah kita lalui. Melupakan objek-objek yang sering kita
singgahi, melupakan tempat-tempat makan yang sering kunjungi, sekedar
menemanimu bermain di selasar kota, berkeliling tanpa tujuan dan semuanya. Akan
selalu menjadi kenangan indah.
Jujur saja, mengharapanmu kembali
adalah yang ku idamkan karna kau tetap ku nanti demi keyakinan ini. Tapi, aku
tidak akan memaksakan kehendk. Tuhan pasti punya rencana indah untuk kita dan
semua pasti indah pada waktunya. Semoga, kejadian di bulan Juni adalah terakhir
kalinya kamu menyakitiku. Dan Juli menjadi awal kita bisa kembali menjadi
biasa. Seperti saat kita sama sekali belum pernah kenal J
Kadang dia diciptakan
bukan untuk dimiliki, melainkan hanya memberikan sebuah pelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar