Berapa lama lagi aku
harus menunggu agar rasa itu hilang dari hatiku ?
Aku mungkin belum terlalu paham, mengapa kamu begitu tega
melakukan hal itu padaku. Bahkan setelah tiga bulan sejak keputusanmu
meninggalkanku. Aku sadar pasti kamu tak akan pernah bisa seperti dulu, saat
kita masih bersama. Sering terpikir di benakku bahwa kamu pasti telah menemukan
orang yang lebih baik dariku, yang lebih bisa sabar, lebih bisa memahami dan
bisa memenuhi setiap keinginanmu.
Sebenarnya, aku tak pernah ingin mengakhiri semua ini.
Namun, manusia hanya bisa berharap sedangkan takdir Tuhan tak mungkin bisa
dipungkiri. Aku tak bisa membohongi diri, sejak kau pergi semua terasa
benar-benar kosong. Kebiasaan yang sering kita lakukan bersama hilang seketika dan membuatku semakin
tersiksa.
Tak dapat kupungkiri, rasa rindu itu selalu hadir
menghancurkan akal sehatku. Kata sayang yang terucap di pagi hari memberi
semangat tersendiri menjalani hari. Pergi ke sekolah bersama meskipun rumah
kita tak searah membuatku semakin bahagia. Saat pulang sekolah, selalu ada
waktu untuk kita sejenak berbincang. Sampai di rumah, pesan darimu tak
henti-hentinya masuk ke ponselku. Akhir pekan, adalah waktu yang selalu ku
tunggu agar bisa lebih lama bersama denganmu. Dan
aku rindu, rindu semua hal yang bisa kita lalui hingga terasa waktu terlalu
cepat berlalu saat kita melaluinya bersama.
Aku benar-benar membenci malam itu. Ingin rasanya aku
mengutuk semua yang kau ceritakan malam itu. Ya, malam yang mengharuskan kita berubah
menjadi aku dan kamu. Perpisahan yang tak pernah aku inginkan. Dan hal yang
tiba-tiba kau ucapkan itu membuat sangat kaget dengan ketidaksiapanku. Jujur
saja, aku benar-benar tidak ikhlas jika harus melupakanmu. Tapi, setelah kau
dengan mudahnya mendua dan memilih dia membuatku sedikit bisa melepaskanmu.
Setega itukah kamu padaku ? Secepat itukah kamu melupakan semua ini ? Tidakkah
kau menyadari bahwa kamu meninggalkan orang yang amat mencintaimu ? Itulah yang
kamu pilih, dan aku juga harus berusaha mencari jalanku sendiri.
Dan semua berjalan begitu cepatnya saat kita bersama. Ucapan
lembutmu, sapa dan canda tawamu, senyum sinismu, cerita-ceritamu selalu
memenuhi otakku ini. Kenangan itu coba ku lupakan agar aku tak terlalu larut
dalam bayang-bayang semu darimu. Seperti pesan singkatmu yang terakhir kau
kirimkan “Jangan sampai kita musuhan karna momen ini. Kita masih menjadi teman
sebagai teman sekelas yang selalu kompak”. Semoga bahagia dengan pilihanmu
kini.
Ah..walaupun sudah menjadi
mantan, tapi rasa khawatir tetap ada. Entah mengapa
Cinta tak pernah salah. Mungkin
kamu yang terburu-buru, atau salah memilih.
Tak ada satupun yang mampu
menjadi sepertimu
Jangan berpikir kamu tak mampu melupakan masa lalu. Tutup pintu masa lalumu, karena Tuhan selalu buka pintu masa depanmu
Jangan pernah mencoba melupakan seseorang yang menyakitimu karena cinta, karena itu tidak mungkin. Buatlah berlalu, maka kamu akan bersyukur paling tidak dia pernah membuat kenangan indah bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar