Minggu, 30 Juni 2013

Ya, Padahal Hampir Tiga Bulan


Berapa lama lagi aku harus menunggu agar rasa itu hilang dari hatiku ?
Aku mungkin belum terlalu paham, mengapa kamu begitu tega melakukan hal itu padaku. Bahkan setelah tiga bulan sejak keputusanmu meninggalkanku. Aku sadar pasti kamu tak akan pernah bisa seperti dulu, saat kita masih bersama. Sering terpikir di benakku bahwa kamu pasti telah menemukan orang yang lebih baik dariku, yang lebih bisa sabar, lebih bisa memahami dan bisa memenuhi setiap keinginanmu.
Sebenarnya, aku tak pernah ingin mengakhiri semua ini. Namun, manusia hanya bisa berharap sedangkan takdir Tuhan tak mungkin bisa dipungkiri. Aku tak bisa membohongi diri, sejak kau pergi semua terasa benar-benar kosong. Kebiasaan yang sering kita lakukan bersama  hilang seketika dan membuatku semakin tersiksa.

Tak dapat kupungkiri, rasa rindu itu selalu hadir menghancurkan akal sehatku. Kata sayang yang terucap di pagi hari memberi semangat tersendiri menjalani hari. Pergi ke sekolah bersama meskipun rumah kita tak searah membuatku semakin bahagia. Saat pulang sekolah, selalu ada waktu untuk kita sejenak berbincang. Sampai di rumah, pesan darimu tak henti-hentinya masuk ke ponselku. Akhir pekan, adalah waktu yang selalu ku tunggu agar bisa lebih lama bersama denganmu. Dan aku rindu, rindu semua hal yang bisa kita lalui hingga terasa waktu terlalu cepat berlalu saat kita melaluinya bersama.
Aku benar-benar membenci malam itu. Ingin rasanya aku mengutuk semua yang kau ceritakan malam itu. Ya, malam yang mengharuskan kita berubah menjadi aku dan kamu. Perpisahan yang tak pernah aku inginkan. Dan hal yang tiba-tiba kau ucapkan itu membuat sangat kaget dengan ketidaksiapanku. Jujur saja, aku benar-benar tidak ikhlas jika harus melupakanmu. Tapi, setelah kau dengan mudahnya mendua dan memilih dia membuatku sedikit bisa melepaskanmu. Setega itukah kamu padaku ? Secepat itukah kamu melupakan semua ini ? Tidakkah kau menyadari bahwa kamu meninggalkan orang yang amat mencintaimu ? Itulah yang kamu pilih, dan aku juga harus berusaha mencari jalanku sendiri.
Dan semua berjalan begitu cepatnya saat kita bersama. Ucapan lembutmu, sapa dan canda tawamu, senyum sinismu, cerita-ceritamu selalu memenuhi otakku ini. Kenangan itu coba ku lupakan agar aku tak terlalu larut dalam bayang-bayang semu darimu. Seperti pesan singkatmu yang terakhir kau kirimkan “Jangan sampai kita musuhan karna momen ini. Kita masih menjadi teman sebagai teman sekelas yang selalu kompak”. Semoga bahagia dengan pilihanmu kini.

Ah..walaupun sudah menjadi mantan, tapi rasa khawatir tetap ada. Entah mengapa
Cinta tak pernah salah. Mungkin kamu yang terburu-buru, atau salah memilih.
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu
Jangan berpikir kamu tak mampu melupakan masa lalu. Tutup pintu masa lalumu, karena Tuhan selalu buka pintu masa depanmu
Jangan pernah mencoba melupakan seseorang yang menyakitimu karena cinta, karena itu tidak mungkin. Buatlah berlalu, maka kamu akan bersyukur paling tidak dia pernah membuat kenangan indah bersamamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar